silsilah tubagus di banten

by Wiradz on 11:06 AM, 02-Nov-11

Aneka sejarah tubagus :
-Gelar tubagus adalah
'sejenis'
gelar 'sayyid' untuk
keturunan
rasulullah yg khusus di banten,
kalo di arab saudi mungkin
ada
gelar 'habib' dan di iran
mungkin ada 'sayyid' di
banten ada 'tubagus'.
-gelar tubagus dan ratu,
itu
adalah
'sejenis' gelar 'sayyid'
untuk keturunan rasulullah yg
khusus di banten, kalo di
arab saudi mungkin ada
gelar
'habib' dan di iran mungkin
ada 'sayyid' di banten ada
'tubagus', ini bukan gelar
kebangsawanan, tapi
supaya yg punya gelar
selalu terikat
dengan rasul,sehingga diharapkan selalu
meneladani
beliau. setiap keturunan
sultanhasanudin adalah
berarti
keturunan rasul juga, sebab ayah sultah
hasanuddin
(maulana syarif
hidayatullah)
adalah keturunan rasul
dan satu-satunya dari wali
songo
(yg keturunan rasul). Pada
syarif hidayatullah
mengalir dua darah utama,
yakni dari rasulullah dari ayahnya,
sedangkan dari ibunya
mengalir
darah penguasa
padjajaran
(adik prabu siliwangi kalo tidak
salah,namanya Nyi Rarang
Santang yang telah
menjadi
muslimah). katanya utk
mengetes seorang itu tubagus
atau bukan suruh saja
menunjukkan silsilahnya,
kalo
dia tubagus asli...katanya
silsilah ini terus dipelihara sehingga
nyambung ke maulana
hasanudian atau ke syarif
hidayatullah. jadi jangan
memahami tubagus sebagai
gelar kebangsawanan, itu hanya gelar utk
keturunan
rasul yg ada di banten.
dan
gelar itu bukan utk
menyombongkan diri, tapi supaya mereka malu...kalo
berbuat maksiat, sebab
pada darah mereka
mengalir darah
rasul, makhluk Allah
yangpaling dicintaiNya. dan sekali lagi
itu
katanya smile
-gelar Tubagus atau Ratu
merupakan gelar
peninggalan juragan- juragan demang/
adipati di Banten
(Rangkas,
Pandeglang, dan Serang).
Maklum jaman baheula
gelar macam itu sangat penting
untuk menjustifikasi garis
keturunan darah biru.
-1426 M Sinuhun Sayidina
Syaryf Hidayatullah
Mahdumdjati Tjirebon, berputra
( ke 4 ) Ratu Mas Ayu
Pakuan
Dyah bersuami Pangeran
Paseh/ Patahilah
Khan/Patahilah ( 1527 M ) dan
berputra Ratu Ayu yang
menikah dengan Pangeran
Djaya Ki Gedeng Angke......
Sinuhun Saydina Syarif
Hidayatullah Mahdumdjati Tjirebon berputra ( 1468
M )
Pangeran Sabda KingKing
Sorasowan Sultan Maulana
Hassanudin Panembahan
Surosowan ( cikal bakal kesultanan Banten )
Silsilah yang aku miliki
termasuk
unik, karena diatas nya
sekali
adalah Adam dan Hawa, dan silsilah ini
bisa
dibilang tidak ada di
luaran, jadi mengenai
kebenaran nya tidak bisa
di bukti kan.
Yang jelas silsilah keluarga
ini
disusun secara turun
temurun
dari keluarga Banten, sedang untuk keluarga
Cirebon bisa dibilang hanya
sampai 5
keturunan dan itupun
tidak
semua komplit. Pernah aku tanya
mengenai silsilah yang
dimiliki oleh penulis
silsilah
dengan apa yang tertulis
di buku2 yang sudah ada
dimasyarakat
perbedaannya
dimana saja, dijawab
sederhana : bakal banyak
bedanya karena sejak Kesultanan Tjirebon
berperang
dengan VOC bisa dibilang
anak
keturunan
Kesultanan Tjirebon banyak yang di adu domba
dan
mengakibatkan penulisan
silsilah menjadi terganggu,
belum lagi adanya oknum
yang di masuk kan
kedalam silsilah sehingga
bisa terjadi perbedaan
pada
keturunan2 setelah VOC
menguasai kesultanan Tjirebon
dan Banten.
Penulis silsilah di tunjuk
tidak
semata-mata asal tunjuk,
selain di beri warisan data, juga
kemampuan
untuk mengetahui
'seseorang'
ini keturunan
Tjirebon/Banten tidak nya.........unik memang. -
Fatahilah di tahun 1527M,
berputra/i 4 orang salah
satunya Ratu Ayu yang
menikah dengan Pangeran
Djaya Ki Gedeng Angke...... dari pasangan ini ber cucu
Pangeran Djayakarta dan
Pangeran Surya.Demikian
sekilas tambahan info dari
kertas silsilah keluaran
Banten. Gelar Tubagus tidak
tertulis di
silsilah keturunan
Fatahilah, dimana>untuk
pria mendapat
gelar Pangeran sedang Perempuannya
Ratu.Tubagus
setingkat dengan
Pangeran.
-Nama Fatahillah atau
kadang- kadang disebut Faddillah
Khan, Faletehan dari Pasei
atau
Tagaril seperti disebutkan
oleh
orang Portugis, disebutkan dalam catatan sejarah
sebagai
panglima pasukan Cirebon
yang
merebut Sunda Kelapa di
tahun 1527. Tetapi sampai kinii masih
belum ada kesepakatan
atau
kepastian sejarah
identitassebenarnya
Fatahillah tersebut.
Sejauh ini namanya
disebutkan sebagai
panglima yang ikut
merebut Banten lalu
kemudian merebut Sunda Kelapa
( Jakarta ) dari tangan
Raja Pakuan Pajajaran
(kerajaan Sunda) dengan
bantuan tentara dari
Demak. Selain itu juga ia disebutkan dalam naskah
Carita Caruban menikah
dengan puteri Sunan
Gunung
Jati dan dimakamkan
dekat makam Sunan Gunung Jati di
Cirebon dengan nama
Tubagus
Pase.
Menurut Hoesein
Djajadiningrat dalam bukunya (Tinjauan
Kritis
Sajarah Banten)
menyebutkan Fatahillah
identik dengan Sunan
Gunungj Jati (Nurullah), sedangkan menurut
naskah
`Carita Purwaka Caruban
Nagari " yang ditulis
sekitar
tahun 1720 itu, disebutkan bahwa Fatahillah berbeda
dengan Sunan Gunung Jati.
Tetapi beberapa
sejarawan
meragukan nilai historisnya
naskah CaritaCaruban ini, karena dianggap penuh
mitos dan dan
bertendensimelegitimasikan
kesultanan Cirebon , serta
ditulis 200 tahun
setelahperistiwa sejarah itu
terjadi. (Sejarah Indonesia
Modern, 1200-2004, M.C.
Riclefs, hal 92 ).Saya
sendiri
belum pernah mendapatkan
informasi atau catatan
sejarah
tentang silsilah putera-
puteri
dari Fatahilah tersebut yang disebutkan sebagai
kakek dari
Pangeran Jayakarta itu.
Apakah dapat
disebutkan sumbernya ?
karena cukup menarik untuk
diketahui .Sampai kini para
sejarawan pada umumnya
(Prof. Dr. Hasan
MuarifAmbary,
Dr. Uka Tjandrasasmita, Dr. Nina
Lubis, Drs. Halwany
Michrob,A.
Heuken SJ, dll) sependapat
dengan Hoesein
Djajadiningrat (Tinjauan Kritis Tentang
Sajarah Banten, 1913),
bahwa
"Ratu Bagus Angke" adalah
menantu dari Sultan
Maulana Hasanuddin dari Banten
(1552-1570) yang menikah
dengan salah satu
puterinya
(Ratu
Pambayun). Sultan Hasanuddin
sendiri adalah putera dari
Sunan Gunung Jati, yang
didalam Sejarah Banten
disebut sebagai Sultan
pertama Banten.
Versi resmi sejarah kota
Jakarta juga menyebutkan
hal
yang sama seperti yang
ditulis di "Jakarta Dari Tepian Air
Ke Kota Proklamasi"yang
diterbitkan oleh
Pemerintah
Daerah Kusus Ibukota
Jakarta, Dinas Museum Dan
Sejarah,1988 serta buku
kumpulan makalah diskusi
yang diselenggarakan oleh
Departemen Pendidikan
Dan Kebudayaan RI,
Jakartaditahun
1997 ("Sunda Kelapa
Sebagai
Bandar Jalur Sutera"wink.
Ratu Bagus Angke, atau Ra(Tu)
bagus Angke, dinamakan
mengikuti
toponinym (toponimi)
setempat
yaitu daerah kali Angke, dan
nama Angke sendiri
berasal
dari bahasa Tionghoa,
seperti
sejarawan Denys Lombard menulisnya. Hal ini
dimungkinkan karena
orang
Tionghoa sudahada di
Jakarta
di abad ke 16 itu. Di Banten
sendiri sudah ada
orangTionghoa sejak abad
ke 12 dan 13 (The
Sulanate of
Banten, Claude Guillot). Dalam bahasa Indonesia
sendiri
toponimi Angke hampir
tidak
pernah dijumpai ditempat
lain dan sering seseorang
dinamakan berdasarkan
sebutan toponiminya,
seperti
sebutan Sultan Ageng
Tirtayasa (1651- 1682). Tirtayasa adalah nama
sebuah
desa dekat Serang ,
dimana ia mendirikan
keraton baru dan
tempat mengasingkan diri sementara didesa
tersebut.
Nama Ratu untuk seorang
bangsawan laki mungkin
agak
membingungkan, karena biasanya nama Ratu
diasosiasikan dengan nama
seorang wanita.
Tetapi dalam sejarah
Indonesia,
hal ini sering ditemukan sebagainama gelar. Seperti
seorang bangsawan
Banten bernama "Ratu
Bagus
Buang" bersamaguru
agama Kiai Tapa (namanya
diabadikan
sebagai nama jalan di
Grogol
sekarang) pada tahun
1750 melakukan pemberontakan
terhadap
Ratu Syarifah Fatimah
(keturunan Arab) dan
Pangeran Syarif, sebagai
penguasa Banten yang didukung oleh VOC ketika
itu.
Ketika pada tahun 1750
itu,
dan baru sepuluh tahun
peristiwa pembantaian orang
Tionghoa terjadi (1740),
Angke
menjadi lagi
sasaranpenghancuran lagi,
ketika pasukan Kiai Tapa bergerak maju ke Batavia
dan
menghancurkan wilayah
pinggiran kota yang
bernama
Angke (Nusa Jawa: Silang Budaya 1, hal 65, Denys
Lombard). Kejadian seperti
ini
terulang kembali pada Mei
1998, dimana kawasan
Angke menjadi salahatu sasaran
awalnya. Didepan nama
Ratu juga sering
ditambahkan dengan gelar
Pangeran atau
Panembahan sebagai gelar, seperti
keturunan Sunan Gunung
Jati
yang menjadi Sultan di
Cirebon seperti
Panembahan Ratu I n Panembahan Ratu II.
Imam pertama Masjid
Demak
yang konon Pangeran
Bonang
(anak Sunan Ngampel Denta yang
konon disebutkan sebagai
keturunan
Tionghoa)
dipanggil "Pangeran Ratu"
di Demak (Kerajaan Islam
Pertama
Di Jawa,H.J. De Graff & TH.
Pigeaud). Anak-anak dari
Pangeran Jayakarta juga
dinamakan dengan nama Tubagus, seperti Tubagus
Arya
Suta dan Tubagus Wekas
(Tinjauan Kritis Sajarah
Banten)
Silsilah Keturunan Sultan Banten
SYARIF HIDAYATULLAH -
SUNAN
GUNUNG JATI Berputera :
1. Ratu Ayu Pembayun. 2.
Pangeran Pasarean 3. Pangeran Jaya Lelana 4.
Maulana Hasanuddin
5. Pangeran Bratakelana
6. Ratu Wianon
7. Pangeran Turusmi
PANGERAN HASANUDDIN -
PANEMBAHAN SUROSOWAN
(1552-1570) Berputera :
1. Ratu Pembayu
2. Pangeran Yusuf
3. Pangeran Arya Japara 4.
Pangeran Suniararas
5. Pangeran Pajajara 6.
Pangeran Pringgalaya
7. Pangeran Sabrang
LorPangeran 8. Ratu Keben 9. Ratu
Terpenter
10. Ratu Biru
11. Ratu Ayu Arsanengah
12. Pangeran Pajajaran
Wado 13. Tumenggung Wilatikta
14. Ratu Ayu Kamudarage
15.
Pangeran Sabrang Wetan
MAULANA YUSUF
PANEMBAHAN PAKALANGAN GEDE
(1570-1580) Berputra :
1. Pangeran Arya Upapati
2. Pangeran Arya Adikara
3.
Pangeran Arya Mandalika 4. Pangeran Arya
Ranamanggala 5. Pangeran
Arya Seminingrat
6. Ratu Demang
7. Ratu Pecatanda 8. Ratu
Rangga 9. Ratu Ayu Wiyos
10. Ratu Manis
11. Pangeran Manduraraja
12. Pangeran widara
13. Ratu Belimbing 14.
Maulana Muhammad
MAULANA MUHAMMAD
PANGERAN
RATU ING BANTEN
(1580-1596)
Berputra : 1. Pangeran Abdul Kadir
SULTAN ABUL MAFAKHIR
MAHMUD
'ABDUL KADIR KENARI
(1596-1651)
Berputra : 1. Sultan 'Abdul Maali
Ahmad
Kenari(Putra Mahkota) 2.
Ratu Dewi
3. Ratu Ayu 4. Pangeran
Arya Banten
5. Ratu Mirah
6. Pangeran Sudamanggala
7. Pangeran Ranamanggala
8. Ratu Belimbing
9. Ratu Gedong 10. Pangeran
Arya Maduraja
11. Pangeran Kidul
12. Ratu Dalem
13. Ratu Lor 14. Pangeran
Seminingrat 15. Ratu Kidul 16.
Pangeran Arya
Wiratmaka
17. Pangeran Arya
Danuwangsa
18. Pangeran Arya Prabangsa
19. Pangeran Arya
Wirasuta 20. Ratu Gading
21. Ratu Pandan 22.
Pangeran
Wirasmara 23. Ratu Sandi
24. Pangeran Arya
Jayaningrat
25. Ratu Citra 26.
Pangeran Arya Adiwangsa
27. Pangeran Arya Sutakusuma
28. Pangeran Arya
Jayasantika
29. Ratu Hafsah
30. Ratu Pojok
31. Ratu Pacar 32. Ratu Bangsal
33. Ratu Salamah 34. Ratu
Ratmala
35. Ratu Hasanah
36. Ratu Husaerah
37. Ratu Kelumpuk 38. Ratu Jiput
39. Ratu Wuragil PUTRA
MAHKOTA
SULTAN 'ABDUL
MA'ALI AHMAD, Berputera:
1. Abul Fath Abdul Fattah 2. Ratu Panenggak 3. Ratu
Nengah
4. Pangeran Arya Elor 5.
Ratu Wijil
6. Ratu Puspita
7. Pangeran Arya Ewaraja 8. Pangeran Arya Kidul
9. Ratu Tinumpuk 10. Ratu
Inten 11. Pangeran Arya
Dipanegara
12. Pangeran Arya
Ardikusuma 13. Pangeran Arya Kulon
14. Pangeran Arya Wetan
15. Ratu Ayu
Ingalengkadipura SULTAN
AGENG TIRTAYASA -'ABUL
FATH 'ABDUL FATTAH (1651-1672)
Berputra :
1. Sultan Haji
2. Pangeran Arya 'abdul
'Alim
3. Pangeran Arya Ingayudadipura 4.
Pangeran Arya
Purbaya
5. Pangeran Sugiri
6. Tubagus Rajasuta
7. Tubagus Rajaputra 8. Tubagus Husaen 9.
Raden Mandaraka 10.
Raden
Saleh
11. Raden Rum
12. Raden Mesir 13. Raden Muhammad
14. Raden Muhsin 15.
Tubagus Wetan 16.
Tubagus
Muhammad 'Athif
17. Tubagus Abdul 18. Ratu Raja Mirah
19. Ratu Ayu
20. Ratu Kidul 21. Ratu
Marta 22. Ratu Adi
23. Ratu Ummu
24. Ratu Hadijah 25. Ratu Habibah
26. Ratu Fatimah
27. Ratu Asyiqoh 28. Ratu
Nasibah 29. Tubagus Kulon
SULTAN ABU NASR ABDUL
KAHHAR - SULTAN HAJI (1672-1687)
Berputra :
1. Sultan Abdul Fadhl 2.
Sultan
Abul Mahasin 3. Pangeran
Muhammad Thahir 4. Pangeran Fadhludin
5. Pangeran Ja'farrudin
6. Ratu Muhammad Alim7.
Ratu
Rohimah 8. Ratu Hamimah
9. Pangeran Ksatrian 10. Ratu Mumbay (Ratu
Bombay)
SULTAN ABUDUL FADHL
(1687-1690) Berputra : -
Tidak
Memiliki Putera SULTAN ABUL MAHASIN
ZAINUL ABIDIN(1690-1733 )
Berputra :
1. Sultan Muhammad Syifa
2. Sultan Muhammad Wasi'
3. Pangeran Yusuf 4. Pangeran
Muhammad Shaleh
5. Ratu Samiyah 6. Ratu
Komariyah
7. Pangeran Tumenggung
8. Pangeran Ardikusuma 9. Pangeran Anom
Mohammad Nuh
10. Ratu Fatimah Putra
11. Ratu Badriyah 12.
Pangeran Manduranagara
13. Pangeran Jaya Sentika 14. Ratu Jabariyah 15.
Pangeran
Abu Hassan
16. Pangeran Dipati Banten
17. Pangeran Ariya 18.
Raden Nasut 19. Raden Maksaruddin
20. Pangeran Dipakusuma
21.
Ratu Afifah
22. Ratu Siti Adirah
23. Ratu Safiqoh 24. Tubagus Wirakusuma
25. Tubagus Abdurrahman
26. Tubagus Mahaim 27.
Raden
Rauf
28. Tubagus Abdul Jalal 29. Ratu Hayati 30. Ratu
Muhibbah
31. Raden Putera
32. Ratu Halimah 33.
Tubagus
Sahib 34. Ratu Sa'idah
35. Ratu Satijah 36. Ratu
'Adawiyah
37. Tubagus Syarifuddin
38. Ratu 'Afiyah
Ratnaningrat 39. Tubagus Jamil
40. Tubagus Sa'jan
41. Tubagus Haji 42. Ratu
Thoyibah
43. Ratu Khairiyah
Kumudaningrat 44. Pangeran
Rajaningrat
45. Tubagus Jahidi
46. Tubagus Abdul Aziz 47.
Pangeran Rajasantika
48. Tubagus Kalamudin 49. Ratu SIti Sa'ban
Kusumaningrat
50. Tubagus Abunasir
51. Raden Darmakusuma
52. Raden Hamid
53. Ratu Sifah 54. Ratu Minah 55. Ratu
'Azizah
56. Ratu Sehah
57. Ratu Suba/Ruba
58. Tubagus Muhammad
Said (Pg. Natabaya) SULTAN MUHAMMAD SYIFA'
ZAINUL
ARIFIN (1733-1750)
Berputra :
1.Sultan Muhammad 'Arif
2. Ratu Ayu 3. Tubagus Hasannudin
4. Raden Raja Pangeran
Rajasantika
5. Pangeran Muhammad
Rajasantika
6. Ratu 'Afiyah 7. Ratu Sa'diyah
8. Ratu Halimah 9. Tubagus
Abu
Khaer
10. Ratu Hayati
11. Tubagus Muhammad Shaleh
SULTAN SYARIFUDDIN ARTU
WAKIL (1750-1752 )
- Tidak Berputera SULTAN
MUHAMMAD WASI' ZAINUL
'ALIMIN(1752-1753) - Tidak Berputera
SULTAN MUHAMMAD 'ARIF
ZAINUL ASYIKIN(1753-1773)
Berputra :
1. Sultan Abul Mafakhir
Muhammad Aliyudin 2. Sultan Muhyiddin
Zainusholiohin
3. Pangeran Manggala 4.
Pangeran Suralaya
5. Pangeran Suramanggala
SULTAN ABUL MAFAKHIR MUHAMMAD ALIYUDDIN
(1773-1799) Berputra:
1. Sultan Muhammad Ishaq
Zainul Muttaqin
2. Sultan Agilludin (Sultan
Aliyuddin II)
3. Pangeran Darma4.
Pangeran
Muhammad Abbas
4. Pangeran Muhammad
Abbas 5. Pangeran Musa6. Pangeran
Yali7. Pangeran Ahmad
SULTAN
MUHYIDDIN ZAINUSHOLIHIN
(1799-1801) Berputra :
1. Sultan Muhammad Shafiuddin
Sultan Muhammad Ishaq
Zainul Muttaqin
(1801-1802)
Sultan Wakil Pangeran
Natawijaya (1802-1803)
Sultan Agilludin (Sultan
Aliyuddin
II) (1803-1808)
Sultan Wakil Pangeran
Suramanggala (1808-1809) Sultan Muhammad
Syafiuddin
(1809-1813)
Sultan Muhammad
Rafiuddin
(1813-1820)

Share on Facebook Share on Twitter

Comments

19 responses to "silsilah tubagus di banten"

Dicky | More Than Just A Blog [11:46 PM, 03-Nov-11]

good posting sob.. mantaff smile

mampir ya, klo smpat tlong klik iklan ane sob.. thax smile

tubagus muhamad faris/FB"NOVI FARIS KARIEM AZZAYADI [08:04 AM, 04-May-12]

saya punya silsilah sendiri ana mmg dari eyang kt sunan gunung jati/syarif hidayatulloh

sri [06:17 PM, 11-Jun-12]

nama eyang ku Tubagus Ali Keneng so ada yang tau keturunan sapa ya emang sih ktanya masi keturunan kerajaan gitu

tubagus gugun g [09:08 AM, 16-Jun-12]

sya jga msh kturunan TUBAGUS,bokp dri menes,BANTEN...tpi silsilahy ilang wkt sy mash SMP..akibat kteledoran sy,,dn sy mrasa berslah bngt smpe skarng...

rizaldi [05:21 PM, 09-Jul-12]

tubagus itu beda sama syarief atau sayyid...Syarief atau sayyid nama kecilnya Ayip (laki-laki) dan Syarifah (ipah) untuk perempuan...

Wiradz [11:33 PM, 14-Aug-12]

@PUTRA MANDALA,

yang setahu saya mandala itu keluarga hindu+budha di daerah banten yang terletak di pabean

R.khoerunnisa [07:53 PM, 19-Sep-12]

assalamu'alaikum
sya lg bingung nie msalah silsilah.. babeh sh udah ksih tau silsilah'a tpi gtw bner gtw ga..
klu yg pnya silsilah pangeran jayakatra,share yah ke sya..smile
syukr0n

R.khoerunnisa [07:56 PM, 19-Sep-12]

assalamu'alaikum
sya lg bingung nie msalah silsilah.. babeh sh udah ksih tau silsilah'a tpi gtw bner gtw ga..
klu yg pnya silsilah pangeran jayakatra,share yah ke sya..smile
syukr0n

tiara aprilia [07:40 PM, 30-Sep-12]

pangeran suralaya ituh mbah nursalim yg kuburannya ada di singawada rajagaluh tak lain adalah keturunan aku sndiri

pulanbin pulan [02:19 PM, 16-Nov-12]

subhanallah..

Keren sobb.

Bangga sekali gw kalo bloger posting sejarah waliyullah.

Salam hangat bloger rangkasbitung

tubagus muhamad fikri frizhata [01:18 AM, 17-Dec-12]

subahanaallah akhirnya sya ketemu dengan sodara" sya...
saya tubagus muhamad fikri frizhata cucu dri tubagus mas mangun diwirya...
minta silsilah nya donk share ke saya..
atau tlp ke 089650442740..
kita ketemuan buat smuany agar gk padam obor...
kita harum kan lgi nma tubagus...
biar kita gk lupa dri mna kita berasal...
salam buat smuany keeluarga tubagus...smile

mulyana putra [12:59 AM, 03-Jan-13]

tlng dong yg punya slsilah tb adipati kusuma

tb r novaldi [05:04 PM, 04-Jan-13]

silsilah diatas rujukan dari mana?

Zulhamsyah [03:48 PM, 07-Feb-13]

Mau tau dong Klo Tubagus Mama Solihin itu silsialhnya kemana ? itu adalah buyut saya asala menes... sy lagi cari silsilahnya... salam Hangat untuk semua ...

imenk [03:36 PM, 25-Feb-13]

ada yg tau silsilah/kturunan pangeran suniararas/putera maulana Hasannudin? share dunk sob.

Hadi Setiawan [07:05 PM, 12-Mar-13]

sy Hadi Setiawan, Bapak sy Namanya Tubagus Hasan Sunarya. sy minta share donkm klo ada yg tau silsilah Tubagus Hasan Sunarya

adhitya hilmansyah [04:33 AM, 07-Apr-13]

ada yang tau g ya silsilah ke atas dr Tb.sulaiman bin Tb.suminta.mohon info nye trimakash

hairullah [03:31 PM, 13-Apr-13]

saya punya orang tua dulu tinggal di Jatinegara Kaum dan mempunyai kakek Raden H.Safe,i bin Raden. H. Ashari bin Raden. H. Jaka Samudra Bin Raden. H. Muhamad Hasan Azzahri bin Raden. Sarif Hamid bin Raden Rofi,i Bin Raden Abdurrohman, yang ingin saya tanyakan apakah ada yg mengetahui silsilah keturunan buyut saya (krn sdh putus obor) dan keturunan dari mana, trima kasih.

gaoz al-bantany [12:20 AM, 16-Apr-13]

asalamualaikum Wrb.

Ana sneng sekali trnyata masih banyak yg brdarah banten.!
Ana kturunan dri syekh maulana mansyurudin.!
tvi silsilah ana dari umi/ibu.!
Apakas ana masih termasuk keluarga banten.?

Tolong minta jawaban'y y.!

Gaoz al-bantany

Subscribe to comment feed: [RSS] [Atom]

New Comment

[Sign In]
Name:

Email:

Comment:
(You may use BBCode tags)